rss
email
twitter
facebook

Sabtu, 17 April 2010

posting pertama...

POSTING PERTAMA...

Pertama-tama, aku mau bilang, “blog” atau yang lainnya dalam internet itu tidak dipakai dan dilihat hanya di satu kalangan. Contohnya, blogger dari jakarta membuat blog dengan menggunakan bahasa pergaulan mereka, “loe gue”. Bisa saja orang yang bertempat tinggal di Vietnam sana (ngapain juga orang vietnam baca blog indonesia) yang jadi tertarik membuat blog, agak kebingungan membuat kalimat yang bahasa mereka tidak seperti itu. Jadi, aku akan bikin blog ini dengan bahasa GAS (Gaul Ala Saya). Baiklah, inti aku bikin ginian, HINDARI NARKOBA AGAR KALIAN TIDAK KEHABISAN DUIT UNTUK ISI PULSA.

Baiklah, langsung saja. Aku kan suka banget sama penulis yang dulunya blogger, “Raditya ‘we can call he’ Dika”. Dia tu gimana ya, cerita pribadinya bisa dibuat jadi cerita yang bego lucu gitu. Setelah mikir sambil ngupil, akhirnya aku, ketiduran. Dimimpi aku ngebayangin, aku yang tinggal di pedalaman rimba diantara pohon yang aku sendiri gak tau namanya bercakap-cakap dengan Raditya Dika, sang pujaan hati idola.

>aku : eh, kamu.. kamu.. kamu kan...<

>dika : iya, aku ini....<

>aku : tukang jamban kemaren kan, semalam aku pergi, hape ketinggalan, ya aku lupa bilang ada minyak tanah digelas, jangan diminum gitu...<

>dika : tai<

Sejak itu aku jadi suka pup sembarangan gak teratur, ya mungkin lubang idung kesumbat tawon. Maksudnya, sebagai posting pertama aku, aku mau cerita pengalaman pribadi aku sendiri untuk menghormati sang tukang jamban idola.

Kejadian ini bermula sejak baru sampai disekolah. Aku yang sangat ingin belajar ini datang pagi sebelum jam makan siang, dan berhasil lupa akan pup yang menghadang. Hari itu hari jum’at, saat jam bahasa indonesia ada tugas kelompok (drama) yang belum siap oleh kami. Aku sekelompok dengan tukang togel temanku yang sangat baik (jangan lupa traktiran aqua gelasnya), tidak sombong (permen juga jangan lupa), dan rajin menanam (oreonya besok dikelas ya, -bukan makanannya gak ada yang bikin kenyang, ni rahasia menjadi pintar-), yang bernama “Meindy”. Hampir semua jin dan penduduk SMA 5 (tempat kami bersekolah menjadi idiot) mengenalnya. Dia membawa mobil new jazz putih mutiara dengan plat “BM 317 DY”, kebetulan aku membawa becak kemana-mana. Ya, dia memang kaya, sedang aku,,,

>orang gak dikenal : wei bim !<

>aku : ha? (bingung karena gak kenal)<

>orang gak dikenal : hutang waktu beli panci dulu mana?<

Sedangkan gak kenal aja punya utang, apalagi kenal. Nasibmu naaakk. Oiya, tadi sampai mana? Iya, karena tau tugas tu belum siap, aku sms meindy, nyuruh dia gak masuk hari tu. Tapi pas baru datang aja, nampak mobil dia didepan retina mataku sendiri. “udah masuk ajaa anak tu”, gumamku. Ya aku bilang aja ke dia, ngapa kau masuk?!

>meindy : bim, keluar yok? Gak usah masuk kita.<

>aku : ndeh, gimana ya, aku mau belajar men. Yok lah, daripada kena marah.<

Aku dan meindy langsung pergi keluar dengan mobilnya. Tujuan? Gak punya. Kami cuma keliling Pekanbaru yang saat itu tumben tidak panas. Pulsa meindy habis untuk menelfon pacarnya tadi malam,

>meindy : bim, cari counter pulsa dulu yok.<

>aku : yok lah, dimana?<

>meindy : gak bisa kau ngeliat yang buka do?!<

>aku : sabar men, kepala aku udah gak kuat nahan siksa kau!<

Kami keliling nyari counter yang buka, gak ada. Pas jumpa yang buka, telat mutar lah, mungkin gak ada lah, kedai lah, gak jualan pulsa lah (trus jualan apa), ada aja alasan. Sampai akhirnya, kami berhenti.

>meindy : gak ada do bim, aku lapar ha belum sarapan.<

>aku : itulah, aku kenyang.<

>meindy : pulsa aku ha bim...<

>aku : eh, Sucy kan ada! Gak bisa suruh dia isi do?!<

>meindy : oiya, lupa aku! Sms dia tolong, yang 10ribu ya.<

>aku : oke... udah men?<

>meindy : lho? Kok 5ribu?!<

>aku : manatau aku! Aku bilang yang 10!<

Sungguh tukang pulsa yang pintar. Akhirnya kami sekolah, masuk saat jam keluar main. Alasannya apa? Ya, gak perlu dijelasin lah, itu aib...

SIANGNYA...

Jam dua nanti ada belajar tambahan yang diberi oleh pak PB (bukan Point Blank!!!), Putra Buana, guru fisika yang paling ganteng. Dikelas saat jam terakhir,

>aku : gar, jadi pergi kerumah kau dulu nanti kan?<

>anggara : iya bim. Kau ikut kan?

>aku : eh, aku gak ikut lah gar.<

>anggara : oh, yaudah bim.<

>aku : eh gar, aku ikut lah.<

>anggara : taik kau. Yaudah!<

Setelah pulang, aku kerumah Anggara dulu. Kami sebagai anak yang taat agama juga merasa sangat perlu Shalat Jum’at. Aku, Anggara, Adam, dan Randy pergi ke Masjid baru renovasi dengan menunggangi mobil Randy. Setibanya disana, kami nunggu parkir 10menit, mutar lah, nabrak lah, terbang lah. Kamipun berhasil membakar memarkirkan mobil bejat itu.

>aku : tu,dimana tempat wudhu nya?<

>adam : disitu gak?<

Pesan moral : jangan pernah shalat jum’at gak bawa aqua botol untuk wudhu dimesjid yang baru renovasi, karena memang air yang kerannya sepanjang jalan, SETENGAH YANG HIDUP, pelan pula! Anggara mengajukan inisiatif mengambil wudhu digedung disebelah mesjid itu, yang aku lupa namanya. Tanpa sendal, kami pergi mirip gembel. Selesai berwudhu, disorakin anak orang gak jelas. Ditengah jalan,

>aku : udah mulai ajaa Shalat tu.<

>randy : cepat lah woi! (sambil berlari). Dimana ni bim?<

>adam : aduh, gimana ni?

>anggara : belakang tu ha yok.<

>randy : situ yok bim, lebih lapang.<

>aku : ok (baca niat, khusyuk dengan sangat).<

>anak gak jelas : aaammmiiinnn. Aaammmiiinnn. Aaammmiiinnn.<

Dasar otak kera! Orang shalat diganggu! Selesai shalat, kami sukses dehidrasi. Bagus!


Ini posting pertama, maklum jelek n garing ya! Moga aja post berikutnya bisa lebih buruk dan gak ada yang baca. Monggo, kapan-kapan mampir lagi ya. Gak, gak usah jungkirbalik... Baiklah, jangan dekati narkoba, konsumsi ganja... Salam olahraga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar