rss
email
twitter
facebook

Kamis, 29 April 2010

hukum1

Posting lagi nih, tema nya sih tentang hukum gitu, aku mau mencuci mencurahkan isi pikiran yang ada di otakku. Apalagi, hukum di negara ini sudah sangat kacau, hukum ini pun sudah semakin aneh, mengingat pencuri ayam dihukum bertahun-tahun (bukan yang ada di iklan tu, tu sih eskrim ekstrim banget), sedangkan yang “main” maupun yang korupsi menjadi artis dan masuk penjara TV terus. Jadi, sudah tau kan post berikut tentang apa? Bukan resep ayam goreng!!! Pikir lagi. BUKAN MENCUCI BAJU!!! Udah lah, post ini tentang korupsi di indonesia yang sudah semakin ELIT marak. Gak setuju? Baca aja laah. Ha, minum? Ntar aku kasih…

. . .

ABORSI KORUPSI

Sebuah pikiran dalam otakku memikirkan sesuatu. Mengapa aku perempuan? Ok, bukan itu. Mengapa banyak korupsi dikalangan pejabat atau orang kaya yang udah jelas-jelas goblok kaya raya? Mereka kan udah punya “simpanan” gaji yang banyak, dan tentu aja udah ditambah korupsi tunjangan-ini-itu-segala-macam-apa-namanya-aku-gak-tau, kok masih kurang? Emang kalian hai koruptor, mau beli apa? Mau buat apa? Mau kawin lagi?(lho?). Lebih baik mereka memberi ke sesama koruptor manusia yang masih kurang mampu (seperti saya), dengan begitu kan lebih berarti dan bermakna. Sungguh, perbuatan seperti itu akan mendatangkan bencana maksiat musibah kesenangan lahir dan batin, dan tentu saja akan mendapatkan pahala yang besar.

Jadi, marilah kita korupsi memberi bersama-sama dan sebanyak yang kita mampu. Dan satu lagi, aku tekankan sekali lagi, JANGAN MENGKONSUMSI NARKOBA, karena sangat baik bagus untuk kesehatan (polisi yang menangkap kalian. Kok bisa? Ya bisa lah! Mereka kan digaji, apalagi abis nangkap kalian, mereka makan dikedai mang umang(mirip nama binatang ya?), mesan sate, terus pulang, tidur, kan mereka sehat! Terus, terus, udah lah, tu masalah lain). Sedangkan kalian? Jumpa aku di “tempat jajan” penjara sana.

Baiklah, kita klarifikasi lagi, dibawah ini ada percakapan dua manusia yang jelek (pas aku bikin cakep langsung ada petir dang, susah bohong ni), tapi mereka sama-sama pintar, katanya juga mereka sedang membahas tentang kondomisasi korupsi, siapa lagi kalau bukan Bima dan Tian. Mari potong tepuk tangan. Oiya jadi lupa, “Bima” tu panggilan aku disekolah, “Tian” panggilan aku sejak kecil dan juga panggilan dirumah tentunya. Kalau di mall? Apa itu mall? Ok intinya…

>bima : ngapa orang korupsi masih banyak ya?<
>tian : karena yang korupsi masih idup!<
>bima : tukang rumput lagi ee’ juga tau! Kalo yang motong rumput korupsi udah mati, korupsi ilang gak ya?<
>tian : ya gak lah, yang korup kan gak cuma satu orang, tapi banyak. Ada yang dikit, sedang, banyak, ada juga yang gak korupsi.<
>bima : eh? Kalo dia gak korupsi, trus kok dia bisa korupsi?<
>tian : mungkin aja dia di suap sama orang yang korupsi gitu, atau mungkin nemu bungkusan, trus dibawa pulang, trus dibakar. Ternyata isinya duit.<
>bima : TRUS APA GUNANYA DIA BAWA PULANG?! TRUS JUGA DIMANA LETAK KORUPSINYA?!<
>tian : kan udah dibilang, mungkin aja dia di suap!<
>bima : iya ya? Aku mau lah di suap. Biasanya yang di suap tu, sama anak gadis orang gak?<
>tian : dasar anak idiot! Di suap tu, susah jelasinnya. Besok pas sekolah, tanya sama kepala sekolah guru yang paling idiot pintar, di suap tu apa maksudnya?!<
>bima : males!<
>tian : tokai!<

Setelah percakapan itu, aku sadar, aku belum makan. Intinya, masalah ini gak akan pernah selesai kalo kita lapar ikut-ikutan korup, jadi jangan pernah korupsi kalo emang cuma untuk hal yang gak berguna. Oiya, kalo kalian juga koruptor atau apa lah namanya yang berkaitan dengan kasus ini, TOLONG! Jangan penjarakan saya pak, saya cuma anak kecil yang bau badan pak, saya cuma makan tiga kali sehari pak, tukang sampah aja masih cakepan dia daripada saya pak (melas mode : on). Iya pak? Gak mau penjarain saya? Makasih ya pak. Semoga bapak bisa poligami ya pak!

Baiklah, selesai juga satu masalah di Indonesia. Di lain waktu, mari kita bicarakan hal-hal yang emang gak pantas kita bicarakan ya, aku sih berharap aku bisa bicarain tentang artis gitu, tapi aku segan lah, YANG BACA BLOG INI KAN ARTIS SEMUA, JADI, AYOK MARI, SEMUANYA BACA DAN KALO PERLU FOLLOW YA, BIAR KALIAN JADI ARTIS (gyahahaha, siasat promosi yang bagus sekali). Jadi sekali lagi, mari kita berkarya tanpa makan ada halangan yang bisa membuat kita down. Kata-kata bijak : “jangan berkarya sebelum makan, dapat mengakibatkan kematian (ok gak segitu, baca : lapar)”. Sekian dulu dari saya, makasih untuk kalian semua yang udah korupsi baca ya, semoga aja kalian dapat sesuatu yang kalian inginkan. Baiklah, selamat makan……..

Rabu, 21 April 2010

idiot

Kali jaga ini aku mau cerita tentang malam minggu, maksudnya pengalaman yang ajaib. Tapi sebelum itu, aku mau bilang ke temanku “anggara CUTE buana”, makasih atas benih yang kau tanam untuk semangatnya ya, aku berhasil loncat pagar ga. Ehem, langsung aja lah ya…

Malam Minggu saat itu, orang-orang ngidupin lampu, suasananya gelap gitu, dan yang paling penting, saat itu adalah waktu malam (iya aku tau garing, gak ada yang bisa aku pikir lagi). Malam itu, aku berkumpul bersama teman rumahku, berikut data singkatnya :

-Ebi => botak, tolol pintar, belagu juga lah dikit. Tiap pagi dia pergi ke sekolahnya (ya iya lah), juga gak punya rambut yang memadai untuk pemukiman tokek kutu di kepalanya.

-Muklis => udah lah, aku males bicarain dia! Anggap aja semua yang baik-baik gak ada sama dia.

-Arif => kurus sangat, ganteng lah, dia adik dari Ebi, jadi tau kan?(bukannya dia botak!). oke, cukup.

Yap, kami hanya berenam saat itu, gak seru emang, tapi mau gimana lagi kan? Gak ada wanita yang pantas kami kunjungi kerumahnya (bilang aja gak laku!), jadi kami hanya meribut gak jelas di rumput (yang banyak tai kucing) di depan rumah Ebi. Semua berselancar berjalan lancar, sampai tiba-tiba...

>gadis tak dikenal : misi dek, tau rumahnya pak ***? (berhenti didepan pagar pas disaat aku tegak disana)<

>aku : ha? Pak siapa tadi? Alamatnya dimana?<

>gadis tak dikenal : pak ***, di gang kelapa gading sini katanya. Nomor **...<

(Ebi dkk bertanya-tanya siapa yang menagih utang berbicara dengan ku)

>aku : duh, kurang tau kalo itu. Lek, mandan kau ni ha! (karena kurang tau, spontan aku memanggil lelek[panggilan binatang sayang Muklis].<

>muklis : ha? (dengan gaya yang sok cool [baca : mirip tokai] menghampiri). Siapa?<

>gadis tak dikenal : rumah pak ***, tau gak?<

>muklis : pak ***? (dengan tak bersalahnya dia berkata,) apa pangkatnya?<

(waduh, tinggi ilmunya. Spontan aja kami semua ketawa gak jelas, sampe yang nanya pun muntah darah karena ketawa)

>muklis : eh, siapa nama anaknya?<

>gadis tak dikenal : eheheh, aduuuhh. Anaknya sih, si itu, yani...<

>aku : ooo yani...<

>muklis : oh, itu masuk aja gang ni, terus disebelah kanan ada jurang jalan, di ujung jalan situ rumahnya...<

>gadis tak dikenal : ooh, makasih ya dek... terutama yang pertama ditanya tadi, kamu manis deh J (OKE OKE, AKU BOHONG!!!)

Kejadian itu cukup membuat mata perut kami sakit (bukan datang bulan), rasanya aku mau manggil gatot koco, trus aku suruh motong gaji lidah dia, tapi aku takut, ntar malah aku dipukulin gara-gara utang aku belum lunas (itu bukannya rentenir?). Keanehan muklis pun tak terhenti sampai disana. Suatu malam lagi, saat kami berkumpul, abang muklis menghampiri,

>abang muklis : eh klis, pinjam duitmu dulu, duit akang abis (orang jawa nih).<

>muklis : abis? Duit yang satu juta di lemari tu mana? Abis?!<

Buset dah, dilemari aja satu juta, belum lagi di WC, jamban, kasur, dan tempat lainnya yang aku gak tau namanya.

Kejadian tolol juga pernah aku alami lagi, tepatnya hari senin, saat masih ada tugas bahasa Indonesia, aku mencoba lari lagi. Sebenarnya sih bukan alasan ya, aku sih emang udah gak enak badan sejak pagi baru BAB bangun tidur. Selesai upacara kematian penaikan bendera aku bersama Meindy langsung pergi ke UKS (Unit Kelestarian Seks).

>aku : masuk lah duluan men.<

>meindy : ee, kau lah duluan..<

>aku : eh, dikunci ni ha. Balik kita? (setelah dicoba, GAK DIKUNCI!!)

(singkat kata, Fandy sang ketua rampok kelas masuk ke UKS.)

>aku : cari minyak kayu putih lah fan.<

>fandy : apa apa? (nyari di kotak P3K[Pernyataan Pertama Peristiwa Kematian]). Gak ada do woi.<

>meindy : minyak kayu putih fan, sama anak kelas.<

>fandy : gak ada do woi ha, liat ha..<

>aku : anak kelas ada tu.. tolong lah ha..<

(singkat kata Fandy berhasil menemukan lokasi germo mangkal minyak kayu putih, dia pun kembali untuk belajar).

>aku : bla..bla..bla..<

>meindy : bla..bla..bla..<

(tiba-tiba, pintu terbuka yang semula tertutup. Aku dan Meindy langsung berbaring tidur).

>taufik : wei kalian, disini berdua. Liat Agus?<

-taufik => tampang tak beroda berdosa, agak bego’. Punya senjata mematikan dan susah untuk di taklukkan, “senyuman maut”. Kalo guru nanya tugas, dia lupa buat, guru mau marah, dia ngasi senyuman maut, selesai sudah. Masalah aman terkendali.

>meindy : udah keluar ajaa anak ni.<
bla..bla..bla..

Sampai akhirnya lagi, jendela diketuk, kami berkeringat, ketakutan karena kami di UKS tetapi sangat ribut, satu kelas pula bertiga isinya. Taufik berani menampakkan wajahnya.

>taufik : iya buk?(aku gak tau siapa guru tu)<

>guru : kalian sakit?<

>taufik : iya buk.<
>guru : yaudah, kalian tidur, istirahat sana.<
>taufik : iya buk.<

Disinilah bencana terjadi, Taufik yang rencananya cuma numpang duduk bentar, harus bersama kami selama “cklik”, PINTU DIKUNCI!!! Dasar guru sialan! Gak tau apa aku mau masuk. Aku sakit cuma di jam bahasa Indonesia! “Udah dikunci ajaa pintu tu”, kami dengan lesu berkata. Ya sudahlah, kami tidur bugil bersama, sampai akhrinya pintu kembali dibuka untuk umum.

Jadi, dari masalah di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa idiot tu ada dimana-mana. Menurut aku sih ya, idiot tu adalah hal yang sangat gak jelas. Aku sih mikir, orang-orang yang pintar gitu pasti aja dia bego. Sedangkan yang bisa dibilang gak pintar gitu, pasti anaknya gaul, apa lah namanya, susah jelasinnya. Aku Cuma mau usul, kalo bisa sih ya, penjajahan diatas dunia itu harus dihapuskan, karena gak sesuai dengan (eh, ini sih pembukaan UUD). Pokoknya, penjajahan gak boleh ada, karena penjajah sebenarnya adalah orang yang menjabat sebagai pejabat itu, karena mereka lah yang bertanggung jawab sebagai utusan dan kepercayaan rakyat! Jangan menyia-nyiakan kepercayaan kami! Kami ini sudah muak dengan kesalahan-kesalahan kalian yang gak bertanggung jawab! Turun aja kalian! Biar aku aja yang menjabat sini! (maaf, penulis marah karena kurang tidur). Tapi kan, apa boleh bikin? Nasi sudah dimakan kucing. Semua udah terlanjur, biar pihak keluarga aja yang memutuskan mereka di nikahin ato gak (eh, salah, maap lagi ya, ini sih kasus maling hamil diluar nikah). Biar tuhan mereka aja yang mengurus dosa dan pahala yang sudah ada.

Ok, stay with me again, masih di uya emang (lho?).

Ni dia, para pembaca sekalian, aku sama sekali gak tau gimana mulai dan ngakhirin tulisan yang gak jelas gini. Jadi kalo ada yang punya saran, mohon sarannya. Yang punya kritik silahkan saja. Yang punya unek-unek tentang tulisan-tulisanku, mohon seluruh kata-kata yang gak pantas, cacian ato makian gitu, biar aku bisa lebih baik lagi. Yang punya makanan sisa, (bukan kasih ke aku) kasih aja kucing ato peliharaan kalian, moga-moga aja mati bisa lebih cepat mati sehat, karena makanan apapun didunia, ok tu masalah lain. Baiklah, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalani. Dadah.........

Sabtu, 17 April 2010

posting pertama...

POSTING PERTAMA...

Pertama-tama, aku mau bilang, “blog” atau yang lainnya dalam internet itu tidak dipakai dan dilihat hanya di satu kalangan. Contohnya, blogger dari jakarta membuat blog dengan menggunakan bahasa pergaulan mereka, “loe gue”. Bisa saja orang yang bertempat tinggal di Vietnam sana (ngapain juga orang vietnam baca blog indonesia) yang jadi tertarik membuat blog, agak kebingungan membuat kalimat yang bahasa mereka tidak seperti itu. Jadi, aku akan bikin blog ini dengan bahasa GAS (Gaul Ala Saya). Baiklah, inti aku bikin ginian, HINDARI NARKOBA AGAR KALIAN TIDAK KEHABISAN DUIT UNTUK ISI PULSA.

Baiklah, langsung saja. Aku kan suka banget sama penulis yang dulunya blogger, “Raditya ‘we can call he’ Dika”. Dia tu gimana ya, cerita pribadinya bisa dibuat jadi cerita yang bego lucu gitu. Setelah mikir sambil ngupil, akhirnya aku, ketiduran. Dimimpi aku ngebayangin, aku yang tinggal di pedalaman rimba diantara pohon yang aku sendiri gak tau namanya bercakap-cakap dengan Raditya Dika, sang pujaan hati idola.

>aku : eh, kamu.. kamu.. kamu kan...<

>dika : iya, aku ini....<

>aku : tukang jamban kemaren kan, semalam aku pergi, hape ketinggalan, ya aku lupa bilang ada minyak tanah digelas, jangan diminum gitu...<

>dika : tai<

Sejak itu aku jadi suka pup sembarangan gak teratur, ya mungkin lubang idung kesumbat tawon. Maksudnya, sebagai posting pertama aku, aku mau cerita pengalaman pribadi aku sendiri untuk menghormati sang tukang jamban idola.

Kejadian ini bermula sejak baru sampai disekolah. Aku yang sangat ingin belajar ini datang pagi sebelum jam makan siang, dan berhasil lupa akan pup yang menghadang. Hari itu hari jum’at, saat jam bahasa indonesia ada tugas kelompok (drama) yang belum siap oleh kami. Aku sekelompok dengan tukang togel temanku yang sangat baik (jangan lupa traktiran aqua gelasnya), tidak sombong (permen juga jangan lupa), dan rajin menanam (oreonya besok dikelas ya, -bukan makanannya gak ada yang bikin kenyang, ni rahasia menjadi pintar-), yang bernama “Meindy”. Hampir semua jin dan penduduk SMA 5 (tempat kami bersekolah menjadi idiot) mengenalnya. Dia membawa mobil new jazz putih mutiara dengan plat “BM 317 DY”, kebetulan aku membawa becak kemana-mana. Ya, dia memang kaya, sedang aku,,,

>orang gak dikenal : wei bim !<

>aku : ha? (bingung karena gak kenal)<

>orang gak dikenal : hutang waktu beli panci dulu mana?<

Sedangkan gak kenal aja punya utang, apalagi kenal. Nasibmu naaakk. Oiya, tadi sampai mana? Iya, karena tau tugas tu belum siap, aku sms meindy, nyuruh dia gak masuk hari tu. Tapi pas baru datang aja, nampak mobil dia didepan retina mataku sendiri. “udah masuk ajaa anak tu”, gumamku. Ya aku bilang aja ke dia, ngapa kau masuk?!

>meindy : bim, keluar yok? Gak usah masuk kita.<

>aku : ndeh, gimana ya, aku mau belajar men. Yok lah, daripada kena marah.<

Aku dan meindy langsung pergi keluar dengan mobilnya. Tujuan? Gak punya. Kami cuma keliling Pekanbaru yang saat itu tumben tidak panas. Pulsa meindy habis untuk menelfon pacarnya tadi malam,

>meindy : bim, cari counter pulsa dulu yok.<

>aku : yok lah, dimana?<

>meindy : gak bisa kau ngeliat yang buka do?!<

>aku : sabar men, kepala aku udah gak kuat nahan siksa kau!<

Kami keliling nyari counter yang buka, gak ada. Pas jumpa yang buka, telat mutar lah, mungkin gak ada lah, kedai lah, gak jualan pulsa lah (trus jualan apa), ada aja alasan. Sampai akhirnya, kami berhenti.

>meindy : gak ada do bim, aku lapar ha belum sarapan.<

>aku : itulah, aku kenyang.<

>meindy : pulsa aku ha bim...<

>aku : eh, Sucy kan ada! Gak bisa suruh dia isi do?!<

>meindy : oiya, lupa aku! Sms dia tolong, yang 10ribu ya.<

>aku : oke... udah men?<

>meindy : lho? Kok 5ribu?!<

>aku : manatau aku! Aku bilang yang 10!<

Sungguh tukang pulsa yang pintar. Akhirnya kami sekolah, masuk saat jam keluar main. Alasannya apa? Ya, gak perlu dijelasin lah, itu aib...

SIANGNYA...

Jam dua nanti ada belajar tambahan yang diberi oleh pak PB (bukan Point Blank!!!), Putra Buana, guru fisika yang paling ganteng. Dikelas saat jam terakhir,

>aku : gar, jadi pergi kerumah kau dulu nanti kan?<

>anggara : iya bim. Kau ikut kan?

>aku : eh, aku gak ikut lah gar.<

>anggara : oh, yaudah bim.<

>aku : eh gar, aku ikut lah.<

>anggara : taik kau. Yaudah!<

Setelah pulang, aku kerumah Anggara dulu. Kami sebagai anak yang taat agama juga merasa sangat perlu Shalat Jum’at. Aku, Anggara, Adam, dan Randy pergi ke Masjid baru renovasi dengan menunggangi mobil Randy. Setibanya disana, kami nunggu parkir 10menit, mutar lah, nabrak lah, terbang lah. Kamipun berhasil membakar memarkirkan mobil bejat itu.

>aku : tu,dimana tempat wudhu nya?<

>adam : disitu gak?<

Pesan moral : jangan pernah shalat jum’at gak bawa aqua botol untuk wudhu dimesjid yang baru renovasi, karena memang air yang kerannya sepanjang jalan, SETENGAH YANG HIDUP, pelan pula! Anggara mengajukan inisiatif mengambil wudhu digedung disebelah mesjid itu, yang aku lupa namanya. Tanpa sendal, kami pergi mirip gembel. Selesai berwudhu, disorakin anak orang gak jelas. Ditengah jalan,

>aku : udah mulai ajaa Shalat tu.<

>randy : cepat lah woi! (sambil berlari). Dimana ni bim?<

>adam : aduh, gimana ni?

>anggara : belakang tu ha yok.<

>randy : situ yok bim, lebih lapang.<

>aku : ok (baca niat, khusyuk dengan sangat).<

>anak gak jelas : aaammmiiinnn. Aaammmiiinnn. Aaammmiiinnn.<

Dasar otak kera! Orang shalat diganggu! Selesai shalat, kami sukses dehidrasi. Bagus!


Ini posting pertama, maklum jelek n garing ya! Moga aja post berikutnya bisa lebih buruk dan gak ada yang baca. Monggo, kapan-kapan mampir lagi ya. Gak, gak usah jungkirbalik... Baiklah, jangan dekati narkoba, konsumsi ganja... Salam olahraga.