rss
email
twitter
facebook

Rabu, 21 April 2010

idiot

Kali jaga ini aku mau cerita tentang malam minggu, maksudnya pengalaman yang ajaib. Tapi sebelum itu, aku mau bilang ke temanku “anggara CUTE buana”, makasih atas benih yang kau tanam untuk semangatnya ya, aku berhasil loncat pagar ga. Ehem, langsung aja lah ya…

Malam Minggu saat itu, orang-orang ngidupin lampu, suasananya gelap gitu, dan yang paling penting, saat itu adalah waktu malam (iya aku tau garing, gak ada yang bisa aku pikir lagi). Malam itu, aku berkumpul bersama teman rumahku, berikut data singkatnya :

-Ebi => botak, tolol pintar, belagu juga lah dikit. Tiap pagi dia pergi ke sekolahnya (ya iya lah), juga gak punya rambut yang memadai untuk pemukiman tokek kutu di kepalanya.

-Muklis => udah lah, aku males bicarain dia! Anggap aja semua yang baik-baik gak ada sama dia.

-Arif => kurus sangat, ganteng lah, dia adik dari Ebi, jadi tau kan?(bukannya dia botak!). oke, cukup.

Yap, kami hanya berenam saat itu, gak seru emang, tapi mau gimana lagi kan? Gak ada wanita yang pantas kami kunjungi kerumahnya (bilang aja gak laku!), jadi kami hanya meribut gak jelas di rumput (yang banyak tai kucing) di depan rumah Ebi. Semua berselancar berjalan lancar, sampai tiba-tiba...

>gadis tak dikenal : misi dek, tau rumahnya pak ***? (berhenti didepan pagar pas disaat aku tegak disana)<

>aku : ha? Pak siapa tadi? Alamatnya dimana?<

>gadis tak dikenal : pak ***, di gang kelapa gading sini katanya. Nomor **...<

(Ebi dkk bertanya-tanya siapa yang menagih utang berbicara dengan ku)

>aku : duh, kurang tau kalo itu. Lek, mandan kau ni ha! (karena kurang tau, spontan aku memanggil lelek[panggilan binatang sayang Muklis].<

>muklis : ha? (dengan gaya yang sok cool [baca : mirip tokai] menghampiri). Siapa?<

>gadis tak dikenal : rumah pak ***, tau gak?<

>muklis : pak ***? (dengan tak bersalahnya dia berkata,) apa pangkatnya?<

(waduh, tinggi ilmunya. Spontan aja kami semua ketawa gak jelas, sampe yang nanya pun muntah darah karena ketawa)

>muklis : eh, siapa nama anaknya?<

>gadis tak dikenal : eheheh, aduuuhh. Anaknya sih, si itu, yani...<

>aku : ooo yani...<

>muklis : oh, itu masuk aja gang ni, terus disebelah kanan ada jurang jalan, di ujung jalan situ rumahnya...<

>gadis tak dikenal : ooh, makasih ya dek... terutama yang pertama ditanya tadi, kamu manis deh J (OKE OKE, AKU BOHONG!!!)

Kejadian itu cukup membuat mata perut kami sakit (bukan datang bulan), rasanya aku mau manggil gatot koco, trus aku suruh motong gaji lidah dia, tapi aku takut, ntar malah aku dipukulin gara-gara utang aku belum lunas (itu bukannya rentenir?). Keanehan muklis pun tak terhenti sampai disana. Suatu malam lagi, saat kami berkumpul, abang muklis menghampiri,

>abang muklis : eh klis, pinjam duitmu dulu, duit akang abis (orang jawa nih).<

>muklis : abis? Duit yang satu juta di lemari tu mana? Abis?!<

Buset dah, dilemari aja satu juta, belum lagi di WC, jamban, kasur, dan tempat lainnya yang aku gak tau namanya.

Kejadian tolol juga pernah aku alami lagi, tepatnya hari senin, saat masih ada tugas bahasa Indonesia, aku mencoba lari lagi. Sebenarnya sih bukan alasan ya, aku sih emang udah gak enak badan sejak pagi baru BAB bangun tidur. Selesai upacara kematian penaikan bendera aku bersama Meindy langsung pergi ke UKS (Unit Kelestarian Seks).

>aku : masuk lah duluan men.<

>meindy : ee, kau lah duluan..<

>aku : eh, dikunci ni ha. Balik kita? (setelah dicoba, GAK DIKUNCI!!)

(singkat kata, Fandy sang ketua rampok kelas masuk ke UKS.)

>aku : cari minyak kayu putih lah fan.<

>fandy : apa apa? (nyari di kotak P3K[Pernyataan Pertama Peristiwa Kematian]). Gak ada do woi.<

>meindy : minyak kayu putih fan, sama anak kelas.<

>fandy : gak ada do woi ha, liat ha..<

>aku : anak kelas ada tu.. tolong lah ha..<

(singkat kata Fandy berhasil menemukan lokasi germo mangkal minyak kayu putih, dia pun kembali untuk belajar).

>aku : bla..bla..bla..<

>meindy : bla..bla..bla..<

(tiba-tiba, pintu terbuka yang semula tertutup. Aku dan Meindy langsung berbaring tidur).

>taufik : wei kalian, disini berdua. Liat Agus?<

-taufik => tampang tak beroda berdosa, agak bego’. Punya senjata mematikan dan susah untuk di taklukkan, “senyuman maut”. Kalo guru nanya tugas, dia lupa buat, guru mau marah, dia ngasi senyuman maut, selesai sudah. Masalah aman terkendali.

>meindy : udah keluar ajaa anak ni.<
bla..bla..bla..

Sampai akhirnya lagi, jendela diketuk, kami berkeringat, ketakutan karena kami di UKS tetapi sangat ribut, satu kelas pula bertiga isinya. Taufik berani menampakkan wajahnya.

>taufik : iya buk?(aku gak tau siapa guru tu)<

>guru : kalian sakit?<

>taufik : iya buk.<
>guru : yaudah, kalian tidur, istirahat sana.<
>taufik : iya buk.<

Disinilah bencana terjadi, Taufik yang rencananya cuma numpang duduk bentar, harus bersama kami selama “cklik”, PINTU DIKUNCI!!! Dasar guru sialan! Gak tau apa aku mau masuk. Aku sakit cuma di jam bahasa Indonesia! “Udah dikunci ajaa pintu tu”, kami dengan lesu berkata. Ya sudahlah, kami tidur bugil bersama, sampai akhrinya pintu kembali dibuka untuk umum.

Jadi, dari masalah di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa idiot tu ada dimana-mana. Menurut aku sih ya, idiot tu adalah hal yang sangat gak jelas. Aku sih mikir, orang-orang yang pintar gitu pasti aja dia bego. Sedangkan yang bisa dibilang gak pintar gitu, pasti anaknya gaul, apa lah namanya, susah jelasinnya. Aku Cuma mau usul, kalo bisa sih ya, penjajahan diatas dunia itu harus dihapuskan, karena gak sesuai dengan (eh, ini sih pembukaan UUD). Pokoknya, penjajahan gak boleh ada, karena penjajah sebenarnya adalah orang yang menjabat sebagai pejabat itu, karena mereka lah yang bertanggung jawab sebagai utusan dan kepercayaan rakyat! Jangan menyia-nyiakan kepercayaan kami! Kami ini sudah muak dengan kesalahan-kesalahan kalian yang gak bertanggung jawab! Turun aja kalian! Biar aku aja yang menjabat sini! (maaf, penulis marah karena kurang tidur). Tapi kan, apa boleh bikin? Nasi sudah dimakan kucing. Semua udah terlanjur, biar pihak keluarga aja yang memutuskan mereka di nikahin ato gak (eh, salah, maap lagi ya, ini sih kasus maling hamil diluar nikah). Biar tuhan mereka aja yang mengurus dosa dan pahala yang sudah ada.

Ok, stay with me again, masih di uya emang (lho?).

Ni dia, para pembaca sekalian, aku sama sekali gak tau gimana mulai dan ngakhirin tulisan yang gak jelas gini. Jadi kalo ada yang punya saran, mohon sarannya. Yang punya kritik silahkan saja. Yang punya unek-unek tentang tulisan-tulisanku, mohon seluruh kata-kata yang gak pantas, cacian ato makian gitu, biar aku bisa lebih baik lagi. Yang punya makanan sisa, (bukan kasih ke aku) kasih aja kucing ato peliharaan kalian, moga-moga aja mati bisa lebih cepat mati sehat, karena makanan apapun didunia, ok tu masalah lain. Baiklah, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalani. Dadah.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar